Sejarah Desa
Pada Tahun
sekitar tahunan 1943 Pertama sekali yang membuka hutan untuk dijadikan
pemukiman serta perkebunan adalah Mbah Marto dan Tabrani, beliau asal mulanya
sampai ke Riau adalah bekas tentara Heiho Jepang asal dari Pulau Jawa dikirim
oleh Tentang Jepang ke Singapura. Setelah di Singapura beliau beserta yang
lainnya dikirim lagi ke Sawalunto SUMBAR. Sesampai di Sawalunto mereka
dijadikan Romusa (Kerja keras), karena tidak tanahn disiksa dan mereka
melarikan diri ke Riau tepatnya ke Baserah tersebut.
Disinilah mbah Marto dan Tabrani minta lahan
untuk dijadikan pemukiman serta digaraplah menjadi perkebunan kepada Datuk
Jolak Samano di Kenegerian Koto Tuo (1945).
Setelah membuka
lahan dan membuat pemukiman yang disertai oleh saudara-saudaranya yang lain,
maka pemukiman tersebut dijadikan Desa yang diberi nama Kampung Baru pada tahun
1950, Kampung Baru ini dipimpin oleh Mbah Marto semasa itu dinamakan Tuo
Kampung atau sekarang sama dengan Kepala Desa.
Pada tahun 1955
nama Desa Kampung Baru diganti menjadi Desa Kampung Jawa dengan alas an karena
banyak warga di desa tersebut berasal dari Tanah Jawa. Seiring dengan
berjalannnya waktu semakin lama semakin banyak orang berdatangan ke Desa
tersebut terutama dari Pulau Madura.
Dimasa Mbah
Marto (Tuo Kampung) ini memimpin dibangunlah surau tahun 1953, mbah Marto ini
memimpin desa Kampung Baru lebih kurang 20 Tahun, setelah beliau wafat, maka
pimpinan desa dipercayakan kepada Sadirun yang saat itu telah dinamakan Kepala
Desa, kemudian diganti oleh Sunar.
Karena
masyarakat banyak dari Pulau Madura, maka pada tahun 1965 nama Desa tersebut
ditukar menjadi Desa Kampung Madura sampai saat ini, tetap eksis disebut
sebagai Kampung Madura.
Daftar
Nama-nama Pemimpin Desa Kampung Baru (Kampung Madura)
1. MBAH MARTO
2. SADIRUN
3. SUNAR
4. SAKIR
5. IJAT
6. TAMAM
7. GADANG
8. ZAINUDDIN
9. SUHATAK
10. UMAR USMAN
11. ABDUL KABIR
12. EFIT. S
13. SUGIHARIANTO
14. WIWIT ERIANTO
15. DARMITA
16. H. WIWIT ERIANTO